bagaiman cara menghadapi bawahan yang susah diatur

Sudah bukan rahasia lagi jika hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan adalah tenaga kerja atau karyawan. Sebuah perusahaan tanpa karyawan yang hebat, dapat membuat pengusaha kewalahan ketika menjalankan usaha dan bisnis.

Tentunya sebagai pengusaha menginginkan karyawan atau bawahan yang dapat diandalkan dalam keadaan apapun, dapat dipercaya, patuh jika diberi tugas, dan taat dengan perintah yang diberikan. Namun kenyatanya tidak segampang itu mendapatkan karyawan seperti ini, akan ada saatnya di mana karyawan tidak melakukan suatu hal dari kewajibannya, malas-malasan, tak tepat waktu, dan bahkan sering sulit diatur. Saat kondisi seperti ini terjadi, anda sudah gagal dalam menghasilkan “Tata kelola SDM yang bagus untuk perusahaan anda”, namun jangan kuatir karena semua kegagalan merupakan awal dari keberhasilan yang gemilang.

Pada awal proses bekerja mungkin seorang karyawan berperilaku dan bekerja seperti yang anda harapkan, namun seiring berjalannya waktu dan dipengaruhi oleh berbagai alasan, perilaku dan kinerjanya dapat berubah menjadi hal buruk bagi perusahaan anda. Ada banyak faktor yang dapat memicu karyawan menjadi seperti itu, seperti merasa bosan, merasa sudah tidak nyaman dengan suasana kantor, kebiasaan perusahaan yang buruk, konflik antar karyawan, timbul rasa tidak puas dengan atasan, atau karyawan tersebut memang memiliki sifat yang baru terlihat setelah bekerja.

Adalah sebuah kerugian jika karyawan tidak melakukan tugas secara maksimal, untuk itulah anda patut mencari solusi untuk mengatasi bagaimana cara menghadapi bawahan yang susah diatur. Dalam upaya mengatasi masalah yang sedang anda hadapi tersebut, anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini:

Identifikasi Masalah yang Muncul Dalam Lingkungan Pekerjaan

Hal pertama, ketika anda sudah menyadari bahwa karyawan anda bekerja malas-malasan, serta sulit diatur, maka anda perlu untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab mengapa karyawan bekerja seperti itu. Salah satu cara menghadapi bawahan yang susah diatur, dengan melakukan identifikasi masalah, setidaknya sebagai atasan anda mengetahui kunci permasalahannya, dengan begitu anda dapat membuat strategi untuk mengatasinya.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengidentifikasi sebuah permasalahan? Cara termudah yang dapat anda lakukan dengan bertanya secara langsung atau menanyakan kepada rekan kerjanya.

sebuah masalah lain akan muncul jika anda memutuskan untuk menanyakan kepada rekan kerjanya, belum tentu anda akan mendapatkan jawaban yang sebenarnya, dengan begitu lebih baik anda menanyakan secara langsung kepada karyawan yang bersangkutan.

Sebagai atasan anda dapat memanggil karyawan tersebut ke ruangan anda, kemudian tanyakan dan bicarakan secara baik-baik. Sampaikan penilaian anda mengenai kinerja karyawan yang terlihat malas-malasan, jika perlu hadirkan sanksi agar penilaian anda terasa lebih kuat. Tanyakan mengapa karyawan tersebut berkinerja seperti itu, kemudian jangan lupa tanyakan apakah ada hal yang dapat dibantu untuk membuat karyawan tersebut bekerja lebih maksimal.

Hal yang perlu diingat, jangan membuat karyawan tersebut merasa terintimidasi atau tersudutkan, anda hanya perlu melakukan pembicaraan yang nyaman, dan santai. Pelajari bagaimana cara menyampaikan maksud pembicaraan dengan memberikan dampak yang positif bagi karyawan yang bersangkutan. anda dapat mempelajari bagaimana cara berbicara yang baik dari video dibawah ini:

Mengatur Budaya dan Kebiasaan Ketika Bekerja

Budaya perusahaan yang ada akan sangat mempengaruhi bagaimana seorang karyawan berperilaku ketika bekerja. Budaya perusahaan adalah sesuatu yang khas dari perusahaan seperti apasaja kebiasaan yang sering dilakukan di dalam perusahaan. Dengan budaya perusahaan yang baik, semua pekerja yang ada dalam perusahaan itu juga akan menjadi lebih positif, begitu pula sebaliknya.

Sekarang, lihatlah! Apakah perusahaan anda sudah memiliki budaya yang baik, jika penilaian anda menunjukkan bahwa budaya perusahaan belum baik, maka anda patut untuk memunculkan budaya yang positif.

Penting bagi perusahaan untuk memiliki standar kerja yang jelas. Dengan standar kerja yang sudah ditentukan, maka akan memaksimalkan kinerja karyawan. Bisa anda bayangkan sendiri jika tidak ada standar kerjanya, lalu apa saja yang dicapai, apa indikatornya? Dengan standar kerja dan budaya yang jelas, ini akan dapat mengatasi bermacam-macam permasalahan yang anda hadapi berkaitan dengan kinerja karyawan. Termasuk konflik antar karyawan, sampai konflik karyawan lama dan karyawan baru.

Tidak jarang karyawan juga akan berkonflik jika mereka kebingungan ketika memaknai budaya dan standar kerja dari perusahaan, biasanya mereka akan menganggap bahwa ide, pemikiran, dan keputusan merekalah yang paling benar. Karena itu penting untuk memiliki standar kerja, untuk memilah kebutuhan dan kewajiban dari pekerja.

Jadilah Sosok Teladan yang Baik Untuk Karyawan

Karakter yang baik akan memberikan dampak baik bagi karyawan, seperti halnya anda mengidolakan seseorang karena karakternya. Berperan sebagai atasan dengan karakter, akan lebih mudah dalam membimbing bawahannya. Daripada membangun karakter yang emosional, suka marah-marah, dan terkesan membuat kesal, lebih baik membangun karakter yang menyenangkan, berwibawa, lemah lembut, tetapi tetap tegas. Dengan begitu karyawan akan lebih senang, dan iklas dalam mematuhi perintah anda.

Selain itu, berilah contoh dengan berperilaku. Tidak hanya membuat saja, namun anda juga harus memberikan contoh nyata. Dengan begitu karyawan tidak akan beranggapan bahwa anda hanya “tong kosong ”. Dengan begitu karyawan lebih suka mematuhi apa yang juga dipatuhi oleh atasan mereka.

Berikan Sanksi dan Bonus Pada Karyawan

Cara selanjutnya untuk mengatasi karyawan yang malas dan sulit diatur adalah dengan menerapkan peraturan berupa sanksi dan bonus. Dengan cara menerapkan peraturan ini bukan berarti anda kejam atau berpikiran bahwa pekerja anda materialitas, namun dengan penerapan peraturan ini akan sangat berdampak positif bagi perusahaan. Dengan adanya sanksi, maka karyawan yang bandel, dan sulit diatur dapat dikendalikan dengan sebuah hukuman, dengan begitu karyawan akan mengerti konsekuensi yang akan mereka terima jika tidak bekerja sesuai yang anda harapkan.

Dan dengan adanya bonus, maka pekerja akan termotivasi untuk bekerja sebaik mungkin sesuai dengan apa yang anda harapkan atau bahkan melebihinya. Penting untuk di ingat bahwa karyawan juga memiliki keinginan-keinginan tersendiri, maka bonus akan menjadi penyemangat untuk bekerja semaksimal mungkin. Selain itu, bonus juga dapat menjadi bentuk penghargaan sehingga karyawan anda merasa dihargai.

Amatilah Situasai dan Lakukan Evaluasi Akhir

Setelah semua upaya di atas sudah anda lakukan, maka anda perlu untuk mengamati bagaimana hasil dari upaya tersebut, apakah bekerja atau tidak? Jika bekerja, maka berhasillah anda. Jika sebaliknya, anda perlu mengevaluasi kembali kenapa hal tersebut tidak bekerja.

Mungkin sifat dasar dari karyawan tersebut memang tidak bagus. Jika sudah demikian, maka anda perlu untuk memanggil kembali karwayan anda, dan sekali lagi bicarakanlah secara baik-baik seperti yang sudah dijelaskan pada point pertama. Jika sekali lagi hal tersebut tidak berhasil, maka anda perlu untuk menjatuhkan SP (Surat peringatan) kepada pekerja, begitu seterusnya.

Jika anda sudah mengeluarkan SP yang kesekian kalinya tetapi tidak berhasil, maka karyawan tersebut memang sulit untuk diatur dan mereka tidak pantas untuk di pertahankan dalam perusahaan. Dalam kondisi seperti ini, anda dapat melepaskan karyawan tersebut.

Demikian tips dan kiat bagaiman cara menghadapi bawahan yang susah diatur, penting untuk mengetahui alasan dari tingkah laku karyawan anda. Dengan cara penyampaian yang baik dan sesuai dengan masalah yang dihadapi.